Jumaat, Julai 10, 2009

DALAM SENJA YANG MATI


DALAM SENJA YANG MATI


dalam senja yang mati
tertinggal merah
merubah hitam tidak bertitik
biru yang kutafsirkan dari kaki lautan
ke kaki langit (dalam hari-hari yang membekas)
membunuh huruf-huruf lama
dalam diari diri yang hampir kubakar dengan
nafas luka.

dalam senja yang mati
tertinggal derita diri.

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Kuala Terengganu, Darul Iman
09 September 2008.

7 ulasan:

suhaila-ab berkata...

Dalam senja mati
tertinggal derita diri
noda bersadur dosa
luka bersalut tangis

adakah senja itu dinanti
namun dia tidak pasrah
kepada nasib
kepada walang
kepada harga diri

senja tetap berganti mentari
namun segalanya
harus dinanti
harus dikecapi

dari aku..sue
layan..layan...

zaidharis berkata...

cantik

faziz ar berkata...

senja adalah usia derita
nafas luka laluan getir
menuju keakhir..
begitu senja kukira perlambangan
usia yang akan memasuki malam..
namun apa bekalan yang kau bawa?

Irwan Bajang berkata...

ulasan2 dengan simbolik yang dipakai selalu saja asik..
hmmm
saya selalu suka puisi2 di blog ini
:D

apa kabar? saya lama gak OL nih..
hehehe
baru bisa berkunjung2 lagi

al-mankaraqi berkata...

Salam ziarah,

almankaraqi.blogspot.com

Water Lily berkata...

Salam saudara,
Aku sekadar membaca dengan mata hati :)

patungcendana berkata...

dalam senja yang mati
tertinggal derita diri.

kenapa aku hiba bila mmembaca ayat tu...

re:...next time nak datang kuantan, beritahu aku ya...nak gak jumpa en zul...:-)

HAK CIPTA TERPELIHARA ZULKIFLI BIN MOHAMED

Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, Zulkifli bin Mohamed. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.

PUISI PALING BANYAK BACAANNYA OLEH UMUM