
ada tanganmu
membelai rekahan hati ini - dikutip satu persatu untuk esokkah ?
menundukkan keras wajah
seorang lelaki (yang kadangnya memarahi dunianya sendiri)
pesankan kepada semilir
yang memberi nafasnya - tenang dan pemberi
aku harus lelap seketika
dalam waktu yang terlarut ini.
ZULKIFLI BIN MOHAMED
Chukai, Darul Iman
12 November 2009.
