Rabu, Julai 22, 2009

PUISI DINDING


PUISI DINDING


pada kaku dinding sedia kotor
tersulam harum likat serba kumuhan diri
kau tuliskan kepandaianmu
(marah kepada kepala kepartian
suka-suka tinggalkan nombor peribadi
carutan yang tidak enak dibaca mata
macam-macam yang terkeluar dari geliga diri).

dalam banyak yang cerdik itu
tertulis satu baris kata-kata
"jangan conteng di dinding ini"
(aku senyum kepada dinding kaku
kerana wajahmu dipuja ramai manusia cerdik).

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Kemaman, Darul Iman
21 Julai 2009.

10 ulasan:

Ivan Kavalera berkata...

nyaris perfect. diksinya menarik. puisi dahsyat, sobat.

Wolfis Black berkata...

tabiat conteng dinding nih memang dah jadi lumrah, bukan hanya dinding malahan dalam lif sekalipun.

patungcendana berkata...

jangan conteng di dinding ini...hehehe...

♥ sOFIa ♥ berkata...

jangan conteng di dinding ini
masih ada yang conteng kan?
jika tidak diri sendiri

heee. cumel puisi :)

noorlara berkata...

dinding tempat lepas geram
oleh tangan yg tak tau diam
dari jiwa yg tak tenteram

dinding jugak tempat melahirkan ilham lukisan indah mempersona
dari tangan yg penuh seni
dan jiwa yg murni

dinding tempat gadis sembunyi
dari mata liar seorang lelaki

setiakasih berkata...

Satira- :)

Joni-Joni-Joni berkata...

great mas...
ama tak bersua
apa kabar anad
yang disana
terus berkarya
salm hangat
dari saudara
joni

Huzai berkata...

meta-contengan. Itu ironik. :))

faziz ar berkata...

salam
idea mereka mungkin datang tanpa henti
aku sendiri suka baca terutama
di tandas awam...hii
macam-macam yang melambangkan perasaan sepontan
geram, suka-suka, balasan dll
mungkin pihak berwajib perlu sediakan kertas tulis untuk expresi ini.
syabas amatan sdara baik sekali...

wahyudi my berkata...

sajen.

HAK CIPTA TERPELIHARA ZULKIFLI BIN MOHAMED

Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, Zulkifli bin Mohamed. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.

PUISI PALING BANYAK BACAANNYA OLEH UMUM