Isnin, Februari 14, 2011

TRESNA (BABAK 2)


TRESNA (BABAK 2)

runcing buluh
tembus ke jantung epal
Sita memegang retak cermin
api yang pernah marak menjulang
membakar habis-habisan
abjad-abjad yang berbaul
dalam warkah tresna
hanyut tintanya
dibasahi hangat paling dalam
Sita - "kau mematahkan setiap kata-katamu yang dahulu"
Rama - "aku tewas di pasung karmamu".

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Geliga, Darul Iman
09 Mac 2010.

2 ulasan:

mamai berkata...

bila kata-kata itu lebih berbisa dari buluh runcing

satu berkata...

Salam,

Terima kasih sudi singgah sine.

HAK CIPTA TERPELIHARA ZULKIFLI BIN MOHAMED

Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, Zulkifli bin Mohamed. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.

PUISI PALING BANYAK BACAANNYA OLEH UMUM