Sabtu, November 14, 2009

SEMILIR


SEMILIR


ada tanganmu
membelai rekahan hati ini - dikutip satu persatu untuk esokkah ?
menundukkan keras wajah
seorang lelaki (yang kadangnya memarahi dunianya sendiri)
pesankan kepada semilir
yang memberi nafasnya - tenang dan pemberi
aku harus lelap seketika
dalam waktu yang terlarut ini.

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Chukai, Darul Iman
12 November 2009.

8 ulasan:

mamamin berkata...

:: menikmatinya ::

patungcendana berkata...

semilir itu apa?

Bingkai Waktu berkata...

Salam...sekadar kunjungan balas..
Menarik sajak2 kat sini..

yans'dalamjeda' berkata...

bak semilir angin sepoi yang membelai mesra gairah hidup. Kota puisi begitu menyejukkan.

tinta kasturi berkata...

pinjamkan aku semilir itu
buat menghembus dan larut dalam hati yang rekah
rapat kembali sempurna
damai dan tenang
lalu terlelap juga
dalam waktu yang indah ini.

cuba cuba berkata...

hey.
jejak jejak juga
:D

ASaL berkata...

sifu,
izin
belajar
menulis puisi
ringkas
padat
menyengat
dari
sini

kota puisi

:)

Penabahari berkata...

"aku harus lelap seketika
dalam waktu yang terlarut ini."
ah...sangat menyentuh perasaan..Syabas sdr Zul.

HAK CIPTA TERPELIHARA ZULKIFLI BIN MOHAMED

Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, Zulkifli bin Mohamed. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.

PUISI PALING BANYAK BACAANNYA OLEH UMUM