Isnin, Mei 25, 2009

KITA


KITA

diam pilihan kita, selalunya begitu
kata-kata menjadi mahal harganya
kita membaca tanpa panduan
tafsiran menjadi kacau
benar silap kita satukan sekali
dalam menu pilihan kita
itulah kita
kepatahan dan kelukaan dalam diam.

ZULKIFLI BIN MOHAMED
Kemaman, Darul Iman
15 Julai 2005.

7 ulasan:

bokbon berkata...

Diam dan bising kita, selalunya tidak kena pada tempat..itu didikan kita, sampai bilakah ini semua...

patungcendana berkata...

diam...kerana kata2 bukan bukti unggulnya perasaan...

kau cari post yang macam mana kat UMP?

zaidharis berkata...

diam,
untuk selamanya,
tanpa jawapan,
tersimpan dendam,
tanpa senganja,
atau patut disengajakan.

Marniyati berkata...

Ketika bergelar mahasiswa dahulu, pensyarah kami pernah berpesan, "Mahasiswa sebenar adalah mahasiswa yang berani bersuara."

Sejurus kemudian AUKU diperkenalkan. Maka jadilah kami dan generasi mahasiswa kemudiannya sebagai mahasiswa yang telah 'dibisukan'.

Seri berkata...

bersuaralah ikut landasan jangan ikut perasaan.

Rudy Djoharnaen berkata...

Salam,

bagus sekali tulisannya. ringkas tapi mendalam.

eagleval berkata...

aku g bisa koment cuma bisa bilang
keren bung

HAK CIPTA TERPELIHARA ZULKIFLI BIN MOHAMED

Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, Zulkifli bin Mohamed. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.

PUISI PALING BANYAK BACAANNYA OLEH UMUM